My Life

November 27, 2008

EPC? Engineering, Procurement, and Construction

Filed under: article — kakdaus @ 11:02 am
Tags:

Artikel bagus… dapet dari milis…

building a process plant

building a process plant

Kerja di mana setelah lulus? Oil and Gas? Konsultan? Peneliti? Bank? Oil Services? EPC? Teman-teman semua pastinya sudah mempunyai ancang-ancang bagian industri mana yang teman-teman ingin terjuni. Artikel berikut ini disadur dari KampungMelayu’s Weblog <http://kampungmelayu.wordpress.com/>  yang sedang berbagi cerita tentang engineer’s life di EPC Company.

EPC ialah singkatan dari Engineering, Procurement, Construction.

Terkadang ditambahkan Installation sehingga singkatannya menjadi EPCI (EPCI biasanya berkecimpung di offshore/platform). Terkadang juga ditambahkan C (menjadi EPCC) jika perusahaannya menggeluti bagian Commissioning (test unjuk kerja).

Dari singkatannya sudah jelas bahwa tugas dari EPC adalah untuk melakukan rekayasa (engineering) dari suatu plant, melakukan pembelian

(procurement) barang-barang dan equipment yang terkait dan kemudian mendirikan/membangun (construction) plant tersebut. EPC terkadang disebut sebagai ‘integrator’ karena EPC lah yang menjembatani dan mengkordinasikan seluruh bagian yang terkait dalam pembangunan suatu plant; mulai dari licensor (yang memiliki lisensi), vendor (yang menjual barang), shipper (yang mengirim barang), bahkan sampai operator (yang mengoperasikan plant).

Dalam prakteknya, suatu perusahaan EPC tidak harus melakukan E-P-C nya sekaligus, bisa aja hanya salah satu atau salah duanya. Jadi sangat normal jika ada EPC yang hanya mengambil E-nya saja (bertindak sebagai konsultan engineering saja), E dan P atau malah C (hanya memasang saja) nya saja.

Untuk yang masih belum familiar, berikut ialah penjabaran satu persatu siklus pekerjaan di dalam EPC:

1.  Owner mengumumkan rencana pendirian plant baru (misalkan:

Pertamina ingin membangun kilang minyak dengan kapasitas 100ribu barel per day).

2.  Owner mengundang EPC Company yang berminat untuk menyampaikan

profil perusahaan (fase Pra Kualifikasi).

3.  Owner mengumumkan EPC Company yang lolos dari Pra Kualifikasi

dan berhak mengikuti proses tender EPC dan melakukan proses Invitation To Bid (ITB).

4.  EPC Company yang lolos mengambil dokumen tender dari Owner dan

mendapat penjelasan tentang rule-of-the game.

5.  Dalam rentang tertentu, EPC Company tersebut menyampaikan

proposal teknis dan rencana bagaimana merancang, membeli, dan mengkonstruksi.

6.  Jika lolos, maka EPC Company harus menyampaikan proposal

komersial (berapa estimasi ongkos dan harga pembangunan plant tersebut).

7.  Siapa yang terbaik (belum tentu termurah) akan ditentukan

sebagai pemenang tender.

8.  Jika menang, maka Owner akan menyerahkan project tersebut ke EPC

Company terpilih dengan kesepakatan harga yang di point 6 (masih dimungkinkan untuk bernegosiasi) sesuai dengan kualifikasi teknis dan rencana/waktu di point 5 (juga negotiable).

9.  EPC Company yang memenangkan tender mulai mengerjakan proses

E-P-C nya yang jauh lebih mendetail daripada saat proposal tadi. Jika dalam proses detailing, EPC Company tersebut mampu berhemat maka profit tentunya akan bertambah (dari perkiraan saat proposal).

Berikut ini sedikit nama-nama EPC Company yang beroperasi (memiliki

kantor) di Indonesia, juga sedikit backgroundnya. Sebagian besar di Jakarta tentunya. Berikut daftar yang diurutkan secara alfabetik:

1.  AMEC Berca. Memiliki headquarter di UK. Perusahaan ini di

Indonesia joint-venture dengan grup Berca (grup Murdaya). Project mereka saat ini banyak untuk TotalFinaElf (d/h Total Indonesie).

2.  Bechtel Indonesia. Dulu memakai nama PT Purna Bina Indonesia.

3.  Citra Panji Manunggal. Local EPC dengan spesial di pipeline dan

Stations.

4.  Inti Karya Persada Teknik. Secara ‘tradisi’ IKPT adalah ‘raja’

nya LNG. Ini dikarenakan IKPT menerima banyak repeat order untuk Train-train LNG PT Badak. IKPT adalah salah satu anak perusahaan dari grupnya Bob Hassan. Salah satu project mereka yang cukup besar adalah Ujung Pangkah Amerada Hess.

5.  Kellog Brown and Root (KBR Indonesia). Adalah ‘branch’ KBR

(giant group di bawah Halliburton) di Jakarta. Di South East Asia pusatnya di Singapore. Kalau tidak salah, KBR Jakarta mengerjakan banyak sub project baik dibawah KBR Singapore maupun Houston. Reputasi KBR di LNG (baik liquefaction maupun terminal) sudah tidak perlu diragukan lagi. In fact KBR ’sangat dekat’ dengan IKPT.

6.  McDermott. McDermott perusahaan EPCI yang cukup memimpin dengan

spesialisasinya di bidang manufacturing and service. Memiliki proyek yang umumnya merupakan industri energi dan pembangkit listrik. McDermott beroperasi di 23 negara dan memiliki lebih dari 20.000 karyawan.

7.  Rekayasa Industri. Secara struktur sebenarnya berada di holding

PT Pupuk Sriwijaya dan memang traditionally dikenal sebagaia ‘raja’ dan ’spesialis’ seluruh EPC fertilizer di Indonesia. Saat ini cukup expansif termasuk ‘menyerbu’ proyek proyek migas dan bio-diesel.

8.  Saipem Indonesia. Berada di bawah grup ENI International (Italy)

dan yang ada di Jakarta adalah hasil merger dengan Sofresid. Grup mereka berspesialis di platform dan offshore.

9.  Technip Indonesia. Untuk South Eas Asia, Technip berpusat di

Kuala Lumpur. Sebagai raksasa EPC dunia berbasis di Paris, Technip mengerjakan project-project di seluruh dunia mulai dari migas dan infrastructure.

10. Tripatra. Dikenal sebagai perintis EPC di bidang migas,

mendahului EPC lain di Indonesia termasuk mengerjakan giant NSO MobilOil dan jejak kaki mereka di Caltex sangat impresif. Tripatra didirikan oleh Pak Iman Taufik (perintis industri migas dan pendiri Guna Nusa).

Tripatra sempat ‘terpuruk’ namun saat ini dikabarkan sedang bangkit lagi (suntikan dana luar?) termasuk mendapatkan mega project di Amerada Hess.

11. WorleyParsons. Di Indonesia berbendera CeriaWorley.

WorleyParsons adalah spesialis engineering dan sudah berkaliber internasional dan menangani mulai dari mining (core bisnis mereka di

Australia) sampai infrastructure.

Note:

Jika EPC bermodal asing tidak dihitung, big-three dari EPC lokal di Indonesia (sekali lagi secara alfabetik) adalah IKPT, Rekayasa Industri, dan Tripatra.

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.